FPPI-Unika Mamuju Gelar Diskusi, Hasilkan Tujuh Tuntutan Mahasiswa

oleh -

MAMUJU, JURNAL PENA – Front Perjuangan Pemuda Indonesi Pimpinan Kota Mamuju bersama Universitas Tomakaka (Unika) menggelar diskusi, refleksi hari sumpah pemuda di lapangan Unika Mamuju, Senin (29/10).

Diskusi tersebut juga dihadiri Dosen Fakultas Pertanian Unika, Ir. Sulaiman Teddu.

Kegiatan itu membahas tentang peran pemuda dan mahasiswa sebagai benteng pertahanan terakhir negara dan kekayaan terakhir pemuda adalah idealisme.

“Sangat disayangkan ketika pemuda dan mahasiswa hari ini apatis melihat situasi dan kondisi sosial, dimana mahasiswa berbicara tentang agen perubahan, agen kontrol
sosial dan agen of change,” ujar Ir. Sulaiman.

Menurutnya, semangat persatuan pemuda untuk melawan dalam merebut kemerdekaan, semestinya menjadi perbandingan saat ini.

“Bukan justru momennya yang diperingati, namun semangatnya,” imbuh Sulaiman Teddu.

Melihat situasi hari ini, lanjutnya, banyak kebijakan nasional yang perlu disikapi mahasiswa.

Salah satunya mengenai sektor pertanian, yakni impor pangan. Kata Sulaiman, bangsa Indonesia kaya akan sumber daya alam, namun kurang sumber daya manusia.

Diskusi tersebut melahirkan tujuh poin tuntutan mahasiswa, diantaranya tanah untuk rakyat, pendidikan murah, nasionalisasi aset, wujudkan undang-undang tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

Selanjutnya, perjelas wilayah pertanian dan perkebunan, stop komersialisasi pendidikan dan wujudkan reforma agraria sejati.

Koordinator diskusi, Ismail mengatakan, hasil diskusi tersebut diharap mampu melahirkan pemuda yang berjiwa revolusioner.

“Ini merupakan spirit bagi kami para pemuda, khususnya di Mamuju untuk lebih memahami eksistensi kami, bagaimana menjadi pemuda yang revolusioner, tahu akan jati diri,” tutup Ismail. (07)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *