Bawaslu : Kasus Politik Uang Kemungkinan Besar Diteruskan

oleh -

JURNALPENA.CO.ID, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilu( Bawaslu) Kabupaten Polman saat ini tengah menangani empat kasus tindak pidana pemilu yang terdiri dari tiga kasus dugaan politik uang dan satu kasus pelanggaran pemilu coblos dua kali yang dilakukan oknum aparat KPPS di Desa Ihing Kecamatan Bulo, Polman.

Komisioner Bawaslu Polman Bidang Penyelesaian Sengketa Suaib Alimuddin mengatakan tiga kasus dugaan politik uang yang sementara ditangani pihaknya yakni dari calon legislatif( Caleg) provinsi partai Golkar daerah Pemilihan( Dapil) Polman B, Caleg partai Hanura Dapil I kabupaten, Caleg PKS Dapil III kabupaten dan satu kasus coblos dua kali dilakukan aparat KPPS. ” Sampai hari ini kami masih klarifikasi pada saksi saksi termasuk pemeriksaan terhadap terlapor, ” Ujarnya saat ditemui di hotel Sinar Mas pada kegiatan rekapitulasi hasil pemilu 2019, beberapa hari yang lalu

Selain itu, kata Syuaib, hari ini juga Kepala Sekretariat Bawaslu Polman telah berangkat menuju ke KPU Sulsel untuk bertemu dan meminta keterangan dari para ahli sebagai bahan pertimbangan. ” Adapun barang bukti untuk ke empat kasus ini yakni dalam bentuk uang, foto dan hand phone yang digunakan pada saat melihat oknum caleg terlapor melakukan pembagian uang, ” Terangnya.

Menurutnya, barang bukti yang telah telah dibawa ke laboratorium forensik Makassar, hasilnya akan menjadi salah satu dasar acuan untuk membahas kasus tersebut di sentra Gakkumdu. ” Inikan masanya 14 hari, kami masih sangat dini untuk menilai itu, tapi kami melihat disitu ada tindak pidana pemilu yang kemungkinan besar bagi Bawaslu cukup untuk diteruskan, ” Tuturnya.

Ia menambahkan adapun kasus coblos dua kali pelanggarannya yaitu
daftar hadir pemilih ada nama yang berbeda dengan nama peserta, ”
Itu temuan pengawas pemilu, mudah mudahan minggu ini sudah ada keputusannya, ” jelas Suaib

reporter : Gazali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *