Sektor Pariwisata Mulai Menggeliat, Retribusi Sampah Perhotelan Akan Dirasionalisasi

oleh
ilustrasi pemilihan sampah

JURNALPENA.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, akan tetap mengawal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar, termasuk sektor retribusi sampah perhotelan yang tetap akan dirasionalisasikan dalam dua bulan terakhir.

Anggota Komisi B DPRD Makassar Hasanuddin Leo mengatakan, sektor pariwisata seperti perhotelan dan resto mulai kembali menggeliat dalam sebulan terakhir sehingga potensi retribusi dianggap mulai kembali.

“Saya kira dengan dibukanya kembali sektor ini (perhotelan) pasti akan dirasionalkan (retribusi dan pajak),” ujar Legislator PAN tersebut.

Leo mengaku, melalui KUA-PPAS sebelumnya rasionalisasi target PAD telah dikaji dan diperoleh angka kenaikan sebesar Rp125 milliar termasuk di dalamnya retribusi sampah perhotelan, dengan kembalinya target ke pokok setelah RAPBD-P komisi B akan tetap mengawal dan memastikan retribusi tetap bisa meningkat secara signifikan paling tidak bisa mendekati target di pokok.

“Sudah kemarin (dilakukan rasionlaisasi) cuman sempat tertolak. Kita kemarin minta penerimaan bersyarat. Sekarang dia tetap mengacu kepada APBD pokok, kita akan tetap kawal dan memastikan retribusi itu bisa tetap naik,” ujarnya.

Diketahui retribusi sampah termasuk perhotelan dikalkulasi sempat menurun pada sejumlah daerah pada triwulan kedua hingga empat dari target sebesar Rp1,3 Triliun di Tahun 2020. Pengurangannya pun beragam, mulai dari 30% hingga 50%.

Sementara Camat Tamalate,Hasan Sulaiman mengatakan, pihaknya masih belum menentukan kapan rasionalisasi penormalan retribusi dilakukan, sementara produksi sampah tak berbeda jauh saat awal pandemi yang masih sangat minin, alasannya kata Hasan meskipun hotel buka tingkat hunian sejumlah hotel masih sangat minim.

“Kalau sudah normal baru kita kembaliakan posisinya, kita lihat kondisi pengangkutan itu belum seperti yang lalu, Karena kita lihat kalau ekonomi tumbuh dan tingkat hunian juga demikian pasti banyak volume sampah,” ucapnya

Sejumlah permohonan pengurangan retribusi sampah masih akan tetap berlaku, hal ini untuk memastikan ekonomi pada sektor pariwisata bisa dirigankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *