Kondisi Cukup Memprihatinkan, Dewan Desak Pembenahan TPI Paotere

oleh
geliat perekonomian di tpi paotere

JURNALPENA.CO.ID, MAKASSAR – Sekertaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, mendesak Pemkot Makassar melakukan perbaikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.

“Ini (TPI) ikon Kota Makassar, pelabuhan Paotere, masih zaman kolonial itu sudah terkenal itu pelabuhan, jadi ini aset yang perlu dilestarikan,” tegasnya, Senin (7/12/2020).

Legislator dari fraksi PPP itu mengatakan, pembenahan infrastruktur TPI Paotere dapat dianggarkan melalui APBD perubahan 2021.

“Kebutuhan semisal seng, pembenahan lantai dan infrastruktur penunjang lainnya membutuhkan anggaran kurang dari semiliar. Kalaupun pembenahan tidak masuk pada APBD Pokok, ini bisa didorong pada anggaran perubahan 2021,” terangnya.

Sementara, Anggota DPRD Kota Makassar lainnya, Ray Suryadi Arsyad mengatakan, kondisi TPI Paotere cukup memprihatinkan.

“Atap TPI bocor dan menyulitkan para nelayan saat hujan tiba. Selain itu lantai berlubang hampir dapat ditemui dimana-mana,” kata dia.

Belum lagi, lanjut dia, terdapat seng yang sudah berlubang akibat korosi.

“Sudah lama juga itu dan butuh pembenahan, sedangkan seng itu punya masa di mana dia harus diganti, lantainya juga sudah bocor butuh diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah semestinya bisa lebih memperhatikan setiap UPTD yang menghasilkan PAD. Salah satunya adalah TPI Paotere. Anggaran PAD yang dihasilkan dari TPI Paotere harusnya bisa sejalan dengan pelayanan yang mereka dapat.

“Pemerintah kota Makassar melalui DP2 itu seharusnya bisa memberikan perhatian terhadap perbaikan yang sifatnya periodik, ini kalau tidak salah terakhir diperbaiki waktu jaman pak Ikbal dua tahun lalu,” ucapnya.

“Ikan itu jika tidak mendapatkan perawatan yang baik maka apalagi mendapat kontak langsung dengan air hujan yang memiliki suhu hangat, itu biasanya akan cepat membusuk, dan itu tidak lagi masuk kategori ikan kelas A atau B,” jelasnya.

Selain itu, kondisi angin yang kencang yang diprediksi akan sering terjadi dalam tiga bulan ke depan akan berpotensi kian merusak atap TPI.

Ray mengatakan pengadaan seng di TPI bukanlah perkara sulit. Hanya saja hal ini kerap luput dari perhatian pemerintah.

“Ini perkara kecil, anggarannya itu kurang dari Rp300 juta, cuman memang luput dari perhatian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *